Cara Kerja Algoritma Instagram 2025 (Versi yang Bener, Bukan Hoax TikTok
Sebelum kita bahas poin-poinnya, satu hal yang perlu diingat:
Algoritma Instagram itu sebenernya nggak serumit konspirasi yang sering berseliweran di TikTok. Intinya IG cuma mau satu hal — konten yang bikin orang betah scroll.
Nah, biar nggak salah langkah, ini penjelasan yang bener versi 2025:
1. Prioritas Utama: Ketertarikan Pengguna (Interest Signals)
Instagram baca pola interaksi kamu: like, save, share, komen, scroll behavior, bahkan berapa lama kamu nonton video. Konten yang relevan sama kebiasaan ini → langsung didorong ke feed & explore.
2. Hubungan (Relationship) Itu Penting
IG lebih sering nampilin konten dari:
akun yang sering kamu DM,
akun yang sering kamu stalking,
akun yang sering kamu like/komen.
Makanya creator harus bikin komunitas, bukan cuma upload lalu kabur.
3. Kualitas Konten → Dinilai Secara Teknis
IG bisa bedain konten “asal jadi” sama yang “proper”. Yang dinilai:
kualitas gambar/video (HD atau burem),
originalitas (bukan repost),
struktur video (hook – isi – end),
caption yang engage.
Konten bagus = distribusi lebih luas.
4. Watch Time Adalah Raja
2025: IG makin mirip TikTok.
Konten yang ditonton sampai habis → disebarin.
Konten yang ditonton ulang → makin disebarin.
Konten yang diskip di 1–2 detik pertama → mampus, langsung drop.