Choose colors that match your brand's vibe. If your brand is cheerful and fresh, pastel or bright colors may work.
If your brand is elegant and calm, choose a more neutral color tone like beige, black, or gray.
soft. Intinya, warna = identitas, jadi jangan asal comot.
💡 Tip: Use your logo color as the main element to make it easy for customers to remember.
Minimalis bukan berarti kosong. Kadang, satu elemen kecil kayak logo clean + garis halus bisa lebih keren daripada
desain rame yang bikin pusing. Apalagi kalau cup-nya sering difoto, desain simpel bakal lebih “naik” di kamera.
Coba bayangin: cup kamu dipoto di tangan orang, di atas meja kafe, atau di mobil. Apakah desainnya bakal tetap
jelas dan keren?Kalau iya, berarti desain kamu udah cocok buat content-ready look — alias siap jadi bintang di feed
Instagram!
Kadang orang ngepost bukan karena produknya aja, tapi karena ada tulisan lucu atau relatable di cup-nya.
Contohnya:
“But first, coffee”
“Minum dulu biar gak bad mood ”
“Fresh drink for fresh vibes!”
Tulisan kayak gini bisa bikin cup kamu lebih memorable dan gampang viral.
Desain udah bagus, tapi kalau hasil cetaknya burem, warna gak keluar, ya percuma. Makanya, pastikan cetaknya di
tempat yang ngerti kualitas dan detail — kayak WJPackindo. Kita pakai mesin cetak full colour resolusi tinggi,
hasilnya tajam, warna konsisten, dan cocok banget buat kamu yang pengen kemasan Instagrammable.
Desain kemasan adalah investasi, bukan biaya. Dengan menerapkan kelima strategi ini—fokus pada kejelasan, daya tarik
visual, fungsionalitas, koneksi emosional, dan informasi yang terstruktur—kemasan Anda akan melampaui fungsinya
sebagai bungkus. Ia akan berubah menjadi alat pemasaran yang efektif, mengubah penonton menjadi pembeli setia,
dan memastikan produk Anda laris manis serta dikenang di pasar.