Pernah gak ngerasa waktu pas kecil itu lamaaa banget, tapi setelah dewasa rasanya baru Senin eh udah Minggu lagi?
Belum apa-apa udah akhir bulan.
Belum mulai sesuatu, tiba-tiba udah akhir tahun.
Fenomena ini bukan perasaan kamu aja.
Secara psikologis, memang waktu terasa berjalan semakin cepat saat kita dewasa, dan ada beberapa penyebab yang logis.
1. Otak Tidak Lagi Memproses Hal Baru
Saat kecil hampir semuanya adalah “pertama kali”:
pertama masuk sekolah
pertama punya teman baru
pertama liburan jauh
pertama belajar sesuatu
Otak kita memproses pengalaman baru lebih dalam, sehingga durasi terasa lebih panjang.
Saat dewasa?
Rutinitas kita sering:
bangun – kerja – makan – pulang – tidur
ulang lagi besok
Karena sedikit hal baru yang “memicu memori kuat”, otak merasa waktu melaju lebih cepat.
2. Proporsi Waktu Berubah
Secara matematis:
umur 5 tahun → 1 tahun = 20% hidup kita
umur 25 tahun → 1 tahun = 4% hidup kita
umur 35 tahun → 1 tahun = 2.8%
Semakin tua kita, satu tahun makin terasa “kecil” dibanding keseluruhan hidup sehingga terasa lebih cepat.
3. Beban Tanggung Jawab Membuat Hari Berlalu Tanpa Sadar
Anak kecil hidup untuk hal-hal menyenangkan:
main
eksplorasi
bermain lagi
Dewasa sibuk dengan:
kerja
target
keluarga
cicilan
kewajiban sosial
Fokusnya bergeser ke survival & kewajiban, bukan eksplorasi. Hari berjalan, kita hanya “selesai satu tugas – lanjut ke tugas lain”.
4. Otak Dewasa Lebih Banyak Autopilot
Banyak aktivitas dewasa berjalan otomatis:
nyetir
masak
meeting harian
pekerjaan rutin
Semakin sering otak autopilot → semakin sedikit memori yang “disimpan”. Semakin sedikit memori → waktu terasa makin cepat.
5. Kita Jarang “Hadir di Momen”
Tekanan zaman modern:
sosial media
tuntutan produktivitas
multitasking
scrolling tanpa sadar
Semua ini bikin kita hadir secara fisik—tapi pikiran gak ada di tempat.
Akibatnya, hari terasa hilang begitu saja.
Lalu Bagaimana Supaya Waktu Tidak Terasa “Kabur”?
Ada beberapa hal yang terbukti membantu:
1. Ciptakan pengalaman baru
Apapun:
hobi baru
olahraga baru
coba makan di tempat baru
belajar skill baru
Otak “mencatat memori” lebih kuat.
2. Kurangi autopilot
Coba lakukan hal kecil dengan sadar:
mandi tanpa buru-buru
makan tanpa scroll
berjalan sambil memperhatikan sekitar
3. Dokumentasikan hidup
Bukan untuk dipamerin, tapi untuk memperlambat persepsi waktu:
journaling
foto harian
catatan pencapaian
4. Kelola beban hidup
Bukan berarti malas, tapi:
jangan biarkan hidup cuma “kerja – tidur”
sisipkan ruang untuk hidup, bukan hanya bertahan
Closing
Kalau kamu merasa hidup setelah dewasa berjalan “terlalu cepat”, itu wajar dan sudah ada penjelasan ilmiahnya. Tapi kabar baiknya:
Semakin banyak kita “hadir dan mengalami hal baru”, semakin lambat waktu terasa.
Hidup gak bisa diperpanjang, tapi cara menjalaninya bisa memperluas rasanya.