UMKM Paling Bahaya Itu yang “Masih Bisa Bertahan”

Fakta: Banyak UMKM yang “bertahan” bukan berarti sehat — justru kondisi sulit yang bikin mereka rentan

1. Mayoritas UMKM tutup dalam beberapa tahun pertama meskipun terlihat bertahan

Menurut riset yang dikutip, sekitar 50% UMKM gagal bertahan di tahun pertama, dan hingga 80% gagal sebelum usia lima tahun, menunjukkan bahwa banyak UMKM hanya bertahan untuk sementara sebelum tutup karena pondasi bisnis yang rapuh. jendelabisnis.com

2. Banyak UMKM mengalami kegagalan karena strategi dan perencanaan yang lemah

Faktor kegagalan bukan hanya kehabisan pembeli, tetapi karena perencanaan bisnis yang tidak matang, pengelolaan keuangan yang buruk, kurangnya riset pasar, dan strategi yang tidak memadai sejak awal. jendelabisnis.com

3. Statistik menunjukkan bahwa bisnis kecil memang banyak yang tidak bertahan lama

Data global menunjukkan bahwa banyak usaha kecil wakitnya kelihatan bertahan seminggu/bulan/tahun pertama, tetapi statistik jangka panjang menunjukkan tren menurun:

    • Hanya sekitar 68% bisnis kecil bertahan 2 tahun

    • Sekitar 49% bertahan 5 tahun

    • Dan hanya sekitar 34% bertahan 10 tahun menurut data business survival rate. Business Initiative

Kesimpulan

UMKM yang masih buka bukan berarti sehat.
Banyak yang tampak bertahan — masih buka, masih berjualan — tapi sebenarnya berada di fase rentan tinggi yang statistiknya mirip dengan bisnis yang akan gagal dalam beberapa tahun ke depan.

Ini bukan soal tidak laku, tapi tentang:
✅ kas yang tipis
✅ strategi yang tidak kuat
✅ manajemen keuangan belum siap
✅ ketergantungan pada keadaan baik

Karenanya pernyataan seperti “UMKM paling bahaya itu yang masih bisa bertahan” bukan sekadar opini — itu didukung oleh tren data yang menunjukkan sebagian besar UMKM gagal di tengah jalan meskipun pada awalnya terlihat bertahan. jendelabisnis.com+1